Mengelola Tantangan secara Kolaboratif dan Reflektif
I-CoPE merupakan pendekatan strategis utama yang digunakan oleh Ruang Belajar Aqil (RBA) dalam merancang dan menjalankan seluruh programnya. I-CoPE merupakan akronim dari empat prinsip utama: Inclusive, Collaborative, Participatory, Empowerment, dan pertama kali dirumuskan melalui kerangka CoPE pada tahun 2016.
Pendekatan ini diperkuat secara kelembagaan dalam Pernyataan Strategis Balai Masyarakat dan menjadi dasar implementasi program dalam Dekade II RBA (2021–2030).
I-CoPE tidak berhenti pada tataran nilai, tetapi diterapkan langsung dalam program-program RBA, termasuk Daya Muda, Literasi Digital, STEM untuk Remaja, dan seluruh aktivitas ComET Center. Program-program ini tidak hanya didesain untuk komunitas, tetapi juga oleh dan bersama komunitas.
Mulai tahun 2024–2025, pendekatan I-CoPE menjadi kerangka kerja utama untuk pengembangan dan pelacakan program berbasis Theory of Change (ToC). Setiap program kini ditautkan dengan jalur dampak yang lebih terukur dan strategis—memastikan keberlanjutan dan kontribusi lintas sektor. Detail lengkap mengenai struktur dan implementasi ToC akan dijabarkan di sini.


Pilar Utama Program dan Layanan Pemberdayaan
I-CoPE adalah pendekatan khas RBA yang bertumpu pada empat komponen: Inclusive, Collaborative, Participatory, dan Empowerment. Keempatnya menjadi dasar dalam merancang program yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan masyarakat, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan sosial.
Inclusive
Menjamin bahwa setiap individu dan kelompok—termasuk perempuan, disabilitas, dan komunitas marjinal—memiliki akses setara dan ruang untuk berperan.


Collaborative
Setiap program dirancang dan dijalankan melalui kolaborasi antara RBA, komunitas, dan mitra lintas sektor dengan prinsip mutualisme.
Partisipasi aktif dalam seluruh siklus program: mulai dari identifikasi kebutuhan, desain, implementasi, hingga evaluasi dan refleksi bersama.
Participatory






Empowerment
Memusatkan perhatian pada peningkatan kapasitas individu dan kolektif untuk menjadi mandiri, bertumbuh, dan berdaya tahan dalam menghadapi tantangan.
Dari Nilai Menuju Keberlanjutan
Pendekatan I-CoPE bukan hanya membentuk cara RBA menjalankan program, tetapi juga menjadi fondasi bagi kami untuk membangun daya tahan kelembagaan. Untuk memastikan bahwa nilai-nilai inklusif, kolaboratif, partisipatif, dan berdaya dapat bertahan dalam jangka panjang, RBA memperkenalkan kerangka keberlanjutan kelembagaan dalam dua fase bertahap.




Fase I (2019–2024): 5 Pilar Keberlanjutan
Dalam periode ini, RBA menegaskan pentingnya praktik kelembagaan yang berkelanjutan melalui 5 pilar utama, yaitu Program yang Berkualitas; Penerima Manfaat yang Tepat; Kerelawanan yang Profesional, Dukungan Publik dan Kolaborasi yang Relevan; serta Pengelolaan Pengetahuan yang Berkesinambungan. Kelima pilar ini dibangun untuk menjamin bahwa seluruh praktik I-CoPE tidak berhenti pada implementasi program, melainkan terinternalisasi dalam sistem pengelolaan organisasi, relasi komunitas, dan siklus pembelajaran internal. Setiap pilar memperkuat pilar I-CoPE dari sisi operasional, etika, dan evaluasi keberlanjutan.
Fase II (2025–2030): LESAT – Framework of Sustainability
Mulai tahun 2025, pendekatan keberlanjutan diintegrasikan dalam kerangka LESAT, yaitu singkatan dari Lingkungan (Environment); Etika (Ethics); Sosial (Social); Akuntabilitas (Accountability), dan Tata Kelola (Governance). LESAT memfasilitasi transformasi prinsip I-CoPE ke dalam kebijakan kelembagaan dan strategi pengembangan jangka panjang berbasis ESG (Environmental, Social, Governance). Setiap elemen LESAT saling berkaitan dengan pilar keberlanjutan sebelumnya, dan sekaligus menjadi fondasi untuk operasionalisasi Theory of Change (ToC) yang mulai digunakan RBA sejak 2024.
Ruang Belajar Aqil
Daya Muda Bagi Indonesia
#AmplifyImpact
Narahubung
Informasi Lanjut
Informasi Umum & Program
© 2025. All rights reserved.
Talenta & Kemitraan
