Melibatkan Semua, Memberdayakan Bersama
Sejak 2016, lebih dari 240.000 individu telah terlibat dan menerima manfaat dari program-program Ruang Belajar Aqil (RBA)—baik sebagai peserta, fasilitator, relawan, penampil, narasumber, maupun penyelenggara. Bagi RBA, penerima manfaat bukanlah “penerima pasif”, melainkan bagian dari ekosistem kolaboratif yang tumbuh bersama. Prinsip ini sebagai perwujudan pendekatan Inclusive–Collaborative–Participatory–Empowerment (I-CoPE) yang menjiwai seluruh layanan kami.


Distribusi Berdasarkan Usia & Gender
Rentang usia penerima manfaat sangat beragam. Anak usia 7–12 tahun adalah kelompok penerima manfaat terbesar, mencapai lebih dari 50.000 orang pada tahun 2024, disusul oleh kelompok pemuda 18–30 tahun. RBA juga aktif menjangkau anak usia dini (0–6 tahun), remaja (13–17), hingga dewasa lanjut (>60 tahun), memastikan layanan lintas generasi. Dari sisi gender, perempuan merupakan kelompok dominan, dengan angka mencapai 58.720 orang pada tahun 2024—menunjukkan peran perempuan yang kuat dalam komunitas literasi dan pemberdayaan.




Berbagai Peran dalam Ekosistem Program
RBA tidak hanya menjangkau peserta, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dalam berbagai peran. Pada tahun 2024 tercatat lebih dari 8.600 fasilitator, 6.500 panitia, dan 1.190 penampil yang terlibat. Artinya, ribuan individu tidak hanya hadir untuk belajar, tetapi juga untuk memfasilitasi, menyelenggarakan, dan menyebarkan dampak.




Akses Layanan: Luring dan Daring
Selama 2020–2024, kanal daring (digital) berkembang pesat sebagai respons terhadap kebutuhan inklusi dan perluasan jangkauan. Meski begitu, data menunjukkan bahwa mayoritas layanan tetap diselenggarakan secara luring (tatap muka), dengan lebih dari 94.000 individu mengikuti kegiatan langsung di tahun 2024. Kombinasi dua kanal ini memperkuat prinsip inklusivitas dan keberagaman akses.
Inklusi, GEDSI dan Perlindungan
RBA mengintegrasikan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI) ke dalam semua program, memastikan representasi dan partisipasi aktif dari kelompok yang kerap terpinggirkan. Selain itu, pendekatan safeguarding dijalankan melalui pelatihan, protokol pengamanan, dan etika komunitas yang menjamin lingkungan program yang aman dan bermartabat.


Ruang Belajar Aqil
Daya Muda Bagi Indonesia
#AmplifyImpact
Narahubung
Informasi Lanjut
Informasi Umum & Program
© 2025. All rights reserved.
Talenta & Kemitraan
